SOCIAL MEDIA

Saturday, April 29, 2017

[REVIEW] Wardah Exclusive Matte Lip Cream #7 Hello Ruby and #9 Mauve On


Halo, Manis!
Dunia lipstik cair memang masih menjadi tren saat ini. Lihat saja sekarang semakin banyak brand kosmetik yang berlomba-lomba mengeluarkan lipstik berbentuk cair. Nah, di tahun 2016 lalu Wardah pun mengikuti tren dengan turut mengeluarkan Exclusive Matte Lip Cream. Ada dua belas warna yang diluncurkan.
Namun saya hanya membeli dua karena lipstik saya masih banyak yang belum habis, nih. Jadi sayang ajah kalau beli lebih dari dua.
Sebenarnya sudah cukup lama saya memiliki dua lipstik ini. Sudah sekitar enam bulan-an. Hanya saja mereka saya taruh di pojokan kamar sambil menunggu lipstik-lipstik lainnya habis terpakai dulu. Saya mah orangnya suka gitu, habiskan dulu satu atau dua lipstik, baru beli lagi agar tidak menimbun. Pada akhirnya, ketika lipstik Maybelline dan Revlon saya sudah habis (yeay, they hit the pan!) barulah saya memakainya.


Saya akui desain dus dan packaging dari Wardah ini sangat sleek dan modern. Kardus boks pembungkusnya pun terasa edgy dan menarik. Warna dusnya juga disesuaikan dengan warna lipstik didalamnya. Font yang dipakai pun unik dan lucu. Kira-kira apa ya tipe font nya? Hmm saya jadi penasaran.


Pindah ke bagian tube lipstiknya. Bagi yang pernah memakai Colourpop pasti merasa perawakan dua lipstik ini serupa. Hanya ada sedikit perbedaan. Pegangan milik Colourpop lebih panjang. Berbeda dengan Wardah yang memiliki pegangan yang agak lebih pendek. Khas lipstik produk Indonesia.


Entah kenapa warna Hello Ruby di kebanyakan orang berwarna merah marun. Seperti ketika dipakai oleh Mba Rissa (owner lippielust.com) dan di swatches beauty blogger lainnya. Namun ketika dipulas di bibir saya, warna ini menjadi merah cabai. Walaupun saya tidak menyalahkan Wardah, karena memang warna lipstik bisa berbeda-beda di bibir orang, tapi ini agak membuat saya kecewa. Karena saya memang menginginkan memiliki lipstik warna marun. Tapi yah, tidak apa-apa. Toh itu artinya saya punya alasan minta jajan lipstik lagi ke suami. Heheh.


Sementara itu, Mauve On memiliki warna n*de dusty rose yang cantik. Warna n*de ini pas sekali dengan warna kulit saya. Saya suka warna-warna n*de yang tidak membuat wajah terlihat pucat. Diantara kedua warna lipstik ini, soal warna saya menjatuhkan hati pada Mauve On. Mungkin kedepannya, ini akan menjadi warna n*de andalan saya.

Berpindah ke tekstur lipstik, lipstik ini cukup lembut dan warnanya pekat ketika diulas ke bibir saya yang agak gelap ini. Saya hanya membutuhkan satu kali cocol (dikira sambel?!) ke tube untuk memulas bibir saya secara penuh. Namun perlu waktu bagi mereka untuk mengering. Untuk Hello Ruby membutuhkan waktu yang lebih cepat mengering daripada Mauve On. Selain itu, mereka tidak berubah menjadi 100% matte ketika telah mengering. Masih ada kelembutan yang bisa dirasakan (elah) di bibir. Seperti klaim nya, lipstik ini memberikan hasil akhir soft matte intense luxurious finish (Niat ya deskripsi nya). Dengan kata lain, mereka menawarkan lipstik dengan hasil akhir matte yang lembut dan intensitas warna yang terlihat mewah. Jadi, untuk kalian yang menginginkan lipstik matte tapi tidak membuat bibir ter-vakum dan kering kerontang, mungkin Wardah Exclusive Matte Lipcream bisa jadi pilihan.


Saya pernah memakai kedua lipstik ini saat proses FGD (Focus Group Discussion) dan interview kerja di sebuah perusahaan. Saya memakainya selama kurang lebih 7 jam, dari jam tujuh pagi hingga dua siang. Saya merasa lipstik ini cukup tahan lama. Terutama Hello Ruby yang warnanya masih lumayan pekat dan nyaman sampai jam dua siang. Namun berbeda dengan Hello Ruby, Mauve On cenderung membuat bibir agak kering, dan warnanya perlahan-lahan fading.

Sedikit tambahan, saya yang mempunyai masalah bibir kering (ya bibir saya sering mengelupas walaupun saya rajin minum air putih dan tidak memakai lipstik sekalipun selama seminggu) tidak begitu terkesan dengan performa Wardah Exclusive Matte Lipcream Mauve On ini –saya malah lebih suka dengan lipstik bulletnya Wardah. Masalahnya terletak pada bibir kering saya, sih. Kalau saya pakai Mauve On ini tanpa menggunakan lipbalm sebelumnya, sudah dipastikan pada akhir pemakaian ada sedikit kulit bibir yang terkelupas. Tapi kalau mengunakan lipbalm bibir saya ‘agak’ aman dan tidak begitu terkelupas pada akhirnya.

Oh ya, beberapa teman saya--yang juga pernah memakai lipstik ini-- menyampaikan pengalaman lain. Bibir mereka ternyata nyaman-nyaman saja setelah pemakaian. Jadi ini mungkin masalah personal saya, ya, dengan bibir kering.

Ada satu tips dari saya. Ketika sudah di pulas, jangan mengatupkan bibir. Karena akan membuat warnanya agak belang-bentong. Jadi, ditunggu saja sampai kering, lalu kalian boleh melakukan apa saja dengan bibir kalian.

Saya belum pernah meng-test ketahanan lipstik ini ketika makan. Namun kakak saya yang juga memiliki Mauve On mengatakan lipstik ini lumayan tahan warnanya walaupun telah diajak makan siang. Untuk Hello Ruby saya kurang tahu. Sekarang saya agak takut sebenarnya jika makan dengan bibir penuh lipstik. Saya tidak bisa membayangkan jika bahan kimia yang ada di lipstik itu masuk ke tubuh, lalu mengendap di saluran pencernaan (OH NO!). Jadi, sebisa mungkin saya hapus lipstiknya sebelum makan, lalu saya pulas ulang setelah makan selesai. Menurut saya, hal hal seperti ini terasa lebih aman dan bersih.

Kesimpulan

Saya menilai lipstik ini memiliki skor 7 dari 10.  Dari segi warna, tekstur, dan pigmentasi, Wardah Exclusive Matte Lipcream telah mengakodomasi semua itu. Pilihan warna yang banyak dan pekat, dan juga ketahanan nya yang lumayan bagus ketika dipakai seharian. Namun, kekurangan dari lipstik ini adalah agak membuat bibir kering (bagi saya). Namun itu bisa disiasati dengan merawat kelembaban bibir dengan cara memakai lipbalm sebelum pengaplikasian lipstik, rajin scrubbing bibir, dan juga banyak minum air putih.